SOAL REMIDI FISIKA

Update : 19 Februari 2010

Soal Remidi Fisika Kelas X
Kls X Sem 1 : Besaran dan Satuan.
Kls X Sem 2 : Alat-alat Optik.

Soal Remidi Fisika Kelas XI


Soal Remidi Fisika Kelas XII
Kls XII Sem 1 : Listrik AC.
Kls XII Sem 2 : Fisika Inti.

PERANGKAT MENGAJAR

Update : 4 Oktober 2013

PERANGKAT MENGAJAR FISIKA SMA TP 2013-2014
Kelas X KTSP 2013-2014
Kelas X Kur 13 2013-2014

Kelas XI KTSP 2013-2014

Kelas XII KTSP 2013-2014

PERANGKAT MENGAJAR FISIKA SMA TP 2012-2013
RPP Fisika Kelas X 2012-2013
RPP Fisika Kelas XI 2012-2013
RPP Fisika Kelas XII 2012-2013
Perhitungan KKM Fisika SMA Kelas X-XI-XII 2012-2013
Perangkat Mengajar Fisika Kelas X 2012-2013
Perangkat Mengajar Fisika Kelas XI 2012-2013
Perangkat Mengajar Fisika Kelas XII 2012-2013
Perangkat Mengajar Fisika Kelas XI 2012-2013 - Eko H Alir
Silabus Mapel Fisika SMA Kelas X-XI-XII 2012-2013

PERANGKAT MENGAJAR FISIKA SMA TP 2011-2012
Desain Pembelajaran Mapel Fisika Kelas X 2011-2012
Silabus Mapel Fisika TP 2011-2012 (including Pendidikan Karakter)
RPP Fisika Kelas X Sem Gasal 2011-2012
RPP Fisika Kelas X Sem Genap 2011-2012
RPP Fisika Kelas XI Sem Gasal 2011-2012 (Agung N)
RPP Fisika Kelas XI Sem Genap 2011-2012 (Eko Hary)
RPP Fisika Kelas XII Sem Gasal 2011-2012 (Acoong Win)
RPP Fisika Kelas XII Sem Gasal 2011-2012 (Acoong Win)
RPP Fisika Kelas XII Sem Genap 2011-2012
Perhitungan KKM Fisika 2011-2012
Perhitungan jam efektif, Prota, Promes

File-file berikut tentang Analisis Konteks pada mapel fisika:
Analisis Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Mapel Fisika 2010-2011
Analisis Standar Isi Mapel Fisika 2010-2011
Analisis Standar Proses Mapel Fisika 2010-2011
Analisis Standar Penilaian Mapel Fisika 2010-2011

Ini adalah Desain Pembelajaran Fisika kelas X
hasil revitalisasi MGMP Fisika tahun 2009.

Bagi Bapak/Ibu yang membutuhkan perangkat mengajar Fisika dapat mengunduh file-file berikut:
Perhitungan KKM Fisika Kls X 2010-2011 .
KKM Fisika Kls X .
Perangkat Mengajar Fisika Kelas X TP 2010-2011 .
Perangkat Mengajar Fisika kls X.
Silabus fisika kls X, XI, XII SMA N 2 Cilacap (inheren : pend berwawasan lingkungan).
Analisis SK/KD SMA N 2 Cilacap (inheren : pend berwawasan lingkungan).

KUMPULAN LKS PRAKTIKUM FISIKA

Update : 11 Februari 2013

Apa yang dikenal dengan istilah LKS dalam KBM sehari-hari kebanyakan bukanlah LKS yang sebenarnya. Barangkali lebih tepat kalau disebut sebagai kumpulan atau ringkasan materi dan soal saja. LKS dalam pengertian yang sejatinya berisi sekumpulan instruksi siswa untuk melakukan serangkaian aktivitas ilmiah dengan tujuan tercapainya kompetensi yang dituntut oleh kurikulum. Dalam konteks ini, serangkaian prosedur praktikum dalam fisika layak dimasukkan dalam kategori LKS.

Berikut adalah beberapa contoh LKS dalam fisika:
LKS fisika kelas X:
Alat-alat Ukur.
Lensa Cembung.
Hukum Ohm.

LKS fisika kelas XI:
Hukum Archimedes.
Titik Berat.
Getaran pada Pegas.
Kesetimbangan Partikel

LKS fisika kelas XII:

PRESENTASI FISIKA SMA

Update : 26 September 2009

Media pembelajaran fisika berbasis ICT berfungsi menjembatani konsep fisika melalui simulasi multimedia. Harapannya adalah memudahkan siswa dalam memahami konsep-konsep fisika, utamanya bila perangkat laboratorium -include laboratorium alam- tidak tersedia dalam lingkungan sekolah, baik karena fasilitas yang kurang atau alokasi waktu yang terbatas. Ini berarti, sejatinya tidak semua konsep dalam fisika akan lebih baik bila dilakukan dengan bantuan ICT sebagai model pembelajaran.

Namun terlepas dari itu, beberapa kasus dapat menjadi alasan mengapa media berbasis komputer ini layak untuk dipilih sebagai model pembelajaran. Terlebih, kadang tuntutan administrasi pengajaran mewajibkan guru untuk setidaknya pernah menggunakan media ICT sebagai prasyarat pengembangan bahan ajar.

Berikut ini adalah beberapa contoh presentasi fisika SMA, beberapa diantaranya boleh dikatakan presentasi yang belum final, dan pada posisi ini Anda dapat melengkapi untuk menjadikannya lebih baik:
Presentasi fisika kelas X:
Hukum-hukum Newton tentang Gerak.
Enegi dan Daya Listik : Listrik AC dan DC.

Presentasi fisika kelas XI:
Termodimanika : Mesin Kalor dan Mesin Pendingin.

Presentasi fisika kelas XII:
Perkembangan Teori Atom.

KUMPULAN RPP FISIKA SMA

update akhir : 28 September 2010

Berikut adalah contoh beberapa RPP yang dapat Anda jadikan rujukan (jika menurut Anda baik) atau hanya sekedar sebagai bahan studi banding dalam penyusunan RPP yang akan Anda susun.
RPP Kelas X Semester Gasal Tahun Pelajaran 2010-2011.
RPP Kelas X Semester Genap Tahun Pelajaran 2010-2011.
RPP Kelas XII Semester Genap Tahun Pelajaran 2010-2011.

RPP PRODUK REVITALISASI MGMP FISIKA KAB. CILACAP
Dengan segala hormat, saya upload RPP hasil kerja Bapak/Ibu peserta revitalisasi MGMP FISIKA SMA KAB. CILACAP di blog saya. Niatannya adalah agar hasil kerja bersama kita dapat lebih dimanfaatkan oleh siapa saja yang membutuhkan. Tentu setelah hasil kerja peserta saya edit agar layoutnya agak memiliki standar baku, beberapa tambahan saya lakukan di sana-sini:
RPP Kelas X Sem 1 - Alat-alat Ukur.
RPP Kelas X Sem 1 - Besaran dan Satuan.
RPP Kelas X Sem 1 - Vektor .
RPP Kelas X Sem 1 - Analisis Vektor .
RPP Kelas X Sem 1 - Gerak Lurus Beraturan (GLB).
RPP Kelas X Sem 1 - Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB).
RPP Kelas X Sem 1 - Gerak Vertikal ke Atas dan ke Bawah.
RPP Kelas X Sem 1 - Hukum-hukum Newton tentang Gerak.
RPP Kelas X Sem 1 - Hukum III Newton (Aksi-Reaksi).

RPP Kelas X Sem 2 - Alat-alat optik (3 Pertemuan).
RPP Kelas X Sem 2 - Kalor (3 Pertemuan).
RPP Kelas X Sem 2 - Zat dan Kalor.
RPP Kelas X Sem 2 - Listrik Dinamis dan Energi Listrik.

RPP Kelas XI Sem 1 - Persamaan Gerak.
RPP Kelas XI Sem 1 - Gerak Parabola.
RPP Kelas XI Sem 1 - Gerak Rotasi.
RPP Kelas XI Sem 1 - Hukum Grafitasi Newton.
RPP Kelas XI Sem 1 - Elastisitas.
RPP Kelas XI Sem 1 - Getaran Harmonis pada Pegas.
RPP Kelas XI Sem 1 - Tumbukan.

RPP Kelas XII Sem 1 - Gelombang Berjalan.
RPP Kelas XII Sem 1 - Gel Bunyi & Gel Cahaya.
RPP Kelas XII Sem 1 - Listrik Statis.
RPP Kelas XII Sem 1 - Medan Magnet.
RPP Kelas XII Sem 1 - GGL Induksi.

Di bawah ini adalah RPP yang saya susun:
1. RPP FISIKA SMA KELAS X
2. RPP FISIKA SMA KELAS XI
RPP Kl XI Sem 1 - Kesetimbangan.
RPP Kls XI Sem 1 - Gaya Gesek.
3. RPP FISIKA SMA KELAS XII
Kumpulan RPP Fisika Kls XII.

METAFISIKA

(Update akhir : 24 April 2009)
Metafisika merupakan ijtihad dari seseorang untuk memuaikan konsep fisika pada tataran yang berbeda dengan konsep orisinilitas fisika itu sendiri. Tujuannya adalah agar mampu menyentuh aspek spiritualitas. Dengan demikian, metafisika berusaha agar konsep fisika dapat menjadi ruh untuk memahami hidup dalam dimensinya yang lain.
Karena hasil ijtihad pribadi, maka tidak ada batasan atau kategori untuk membenarkan atau menyalahkan sebuah konsep metafisika. Tetapi tidakkah masalah dalam sehari-hari tidak melulu terkonsentrasi pada masalah benar-salah? melainkan juga baik-tidak baik? efektif-tidak efektif? manis-pahit? atau suka-tidak suka?

ENTITAS WARNA HITAM-PUTIH, ADAKAH?
Sejatinya, warna putih hanyalah gabungan dari sekian spektrum warna lain (merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu). Anda dapat membuat percobaan sederhana untuk membuktikan konsep ini. Buatlah bidang lingkaran dari kertas putih dengan membagi bidang lingkaran menjadi 7 bagian. Lalu berilah warna pada bagian-bagian tersebut dengan warna merah-jingga-kuning-hijau-biru-nila-ungu.Putar bidang lingkaran tersebut dengan cepat, akan Anda amati bahwa kertas yang berwarna-warni itu terkesan menjadi berwarna putih. Jadi putih, mewujud hanya jika unsur-unsur warna ini hadir bersamaan. Dengan demikian layak untuk dikemukakan pertanyaan : PUTIH itu sendiri, adakah?
Analog dengan ini adalah entitas dari warna HITAM. Warna hitam sebagai entitas bisa jadi sesungghnya tidak ada. HITAM hadir bila tidak ada spektrum warna apapun yang masuk ke mata. Dengan kalimat lain, kehadiran HITAM justru karena ketiadaan yang lain. Tetapi dengan begitu apakah layak dapat disimpulkan bahwa HITAM itu benar-benar ada, atau benar-benar tidak ada?
Terlepas dari ada tidaknya PUTIH dan ada tidaknya HITAM, kalau kemudian konsep ini diemanasikan dalam tataran bermasyarakat, apa yang dapat kita ambil sebagai bahan renungan?
Sulit untuk menghindar dari situasi dimana kita terbiasa menilai orang lain, dan ketika saat-saat seperti itu menjebak kita, bagaimana kita bersikap?
Barangkali akan manis jika kita menganggap bahwa semua orang hanyalah serpihan dari spektrum warna-warni tadi, yang berarti bahwa orang cenderung memiliki sisi-sisi positif. Bahwa dalam beberapa kasus orang terkesan menyebalkan, bisa saja karena pada saat itu mata hati kita tidak mampu melihat spektrum-spektrum elemen warna putih dari orang tadi. Tetapi tentu, sikap seperti ini tidak lantas boleh meninggalkan sikap waspada dan kritis.
Sangat penting untuk meyakinkan diri, bahwa menilai orang dalam kaidah warna diskrit, apalagi dalam konteks dikotomik hitam-putih akan sangat menyesatkan. Tidak bijaksana jika kita menjustifikasi orang sebagai golongan HITAM hanya karena ia tidak sepemikiran dengan kita, atau tidak seislah, atau bahkan tidak seiman dengan kita.
Orang yang pernah merugikan atau menyakiti tidak baik kalau kemudian dianggap sebagai orang dengan karakter warna HITAM atau si penjahat dalam terminologi cerita film. Mengapa? karena bisa saja justru kitalah yang salah menilai dalam hal rugi atau sakit itu sendiri. Sikap buruk yang paling perlu diwaspadai dalam hal ini yaitu kecenderungan untuk merasa menjadi korban : terdholimi atau tersakiti.
Pendeknya : lihatlah orang lebih banyak dari kacamata positifnya saja, seraya menyadari keterbatasan kita dalam menangkap persepsi akan warna-warni manusia lain.

METODE JAJARAN GENJANG DALAM RESULTANSI VEKTOR
Besaran vektor adalah besaran yang nilainya ditentukan oleh harga dan arahnya, contohnya perpindahan. Bila Anda meminta tolong kepada teman Anda untuk memindahkan sebuah meja sejauh 2 meter, tentu teman Anda tadi akan bertanya : kemana.....? 2 meter ke kiri, 2 meter ke kanan, ke selatan, ke bawah atau ke atas? Deskripsi ini jelas mengindikasikan bahwa perpindahan adalah besaran vektor, dan selalu dibutuhkan harga dan arah untuk menentukan nilainya.
Karena ditentukan juga oleh arahnya, maka penjumlahan dari dua vektor atau lebih bisa sedikit rumit, tidak sesederhana penjumlahan aljabar biasa. Contohnya adalah saat Anda mendorong meja besar, mengapa Anda susah mendorong meja agar bergeser? Ini karena pada saat yang sama, permukaan lantai meja memberikan gaya gesek yang arahnya selalu melawan kemana arah gaya dorong tadi. Jumlah dari gaya dorong Anda dengan gaya gesek yang dikerjakan lantai pada meja akan selalu sama dengan nol selama meja belum bergerak.
Dua vektor yang berlawanan arah akan saling mengurangi, dan jika harga keduanya sama akan menghasilkan resultan vektor yang besarnya nol. Sedang dua vektor yang arahnya sama akan saling menguatkan, dan jika harga keduanya sama akan menghasilkan resultan vektor dua kali dari harga masing-masingnya.
Dalam bentuk apakah pemahaman akan resultansi dua vektor ini mampu memberi kontribusi positif dalam pendewasaan memahami hidup?
Bayangkan dua vektor, masing-masing kita namakan vektor potensi diri dan yang lain vektor aktualisasi diri (self actualization). Vektor potensi diri adalah segala hal yang kita dapatkan sejak kita lahir tanpa meminta dan tak mampu kita tolak. Sedangkan vektor aktualisasi diri adalah semua hal yang berkaitan dengan ikhtiar kita, baik dalam bentuk pemikiran, aktivitas, maupun liturgi doa-doa. Kedua jenis vektor ini, yakni vektor potensi diri dan aktualisasi diri akan menghasilkan resultan vektor yang kita namakan prestasi diri.
Lalu asumsikan kedua vektor ini bekerja pada satu titik yang setangkap. Prestasi diri, yang adalah resultansi dari dua vektor sebelumnya, arah dan besarnya sangat bergantung dari arah dan nilai dari kedua vektor tersebut. Prestasi diri yang paling baik akan mengarah ke sumbu x positif dengan nilai vektor yang cukup besar. Sedangkan prestasi diri yang paling jelek akang mengarah ke sumbu x negatif dengan nilai vektor yang cukup besar juga.
Untuk mempermudah gambaran, kita batasi saja pembahasan dalam bidang akademik. Potensi diri dalam hal ini misalnya tingkat IQ, sedangkan aktualisasi diri dapat berupa style belajar, pemanfaatan waktu, kolaborasi dengan teman, dan pemanfaatan semua fasilitas belajar yang dimiliki.
Ada empat konstelasi yang mungkin terjadi pada kasus ini, yaitu:
1. IQ tinggi, sehingga vektor potensi diri akan berarah ke sumbu x positif. Bila seseorang dengan IQ tinggi kemudian berusaha maksimal untuk mencapai prestasi akademik degan cara-cara yang elegan, maka vektor aktualisasi diri diposisikan pada sumbu x positif pula. Resultan dari kedua vektor ini tentu saja akan mengarah ke sumbu x positif. Semakin panjang vektor prestasi diri, berarti semakin baik prestasinya.
2. IQ rendah, sehingga vektor potensi diri akan berarah ke sumbu x negatif. Bila dengan keadaan seperti ini ternyata seseorang tetap bersemangat untuk mendapatkan prestasi yang diinginkan, maka vektor aktualisasi diri tetap berarah ke sumbu x positif. Resultan keduanya, yaitu vektor prestasi diri akan bergayut kepada seberapa besar kerja kerasnya dalam mengeliminir pengaruh rendahnya IQ. Tapi kita dapat berharap bahwa andaikan pun prestasi diri tidak terlalu baik, pada saat yang sama kita dapat memastikan bahwa prestasinya juga tidak akan jelek-jelek amat. Dan dalam kacamata spiritual, orang dengan model perjuangan seperti ini tetap wajib mendapat acungan jempol.
3. IQ rendah, diperparah oleh sikap yang cenderung membuang-buang waktu. Perasaan kalau merasa dirinya susah dalam memahami pelajaran menjadikannya putus harapan, tidak ada usaha untuk belajar. Pada kasus seperti ini, vektor potensi diri berarah ke sumbu x negatif, dan vektor aktualisasi diri ke sumbu x negatif. Dengan demikian, resultan vektor prestasi diri niscaya berarah ke sumbu x negatif.
4. IQ tinggi tetapi malas belajar, tidak dapat memanfaatkan waktu dengan efisien, aktivitas kesehariannya kontra produktif. Pada kasus seperti ini, vektor potensi diri ke sumbu x positif tetapi vektor aktualisasi diri ke sumbu x negatif. Hasil resultansi keduanya akan berada pada dua kemungkinan, yakni prestasi diri yang tidak terlalu baik.
Orang dengan tipe ke-3 dan ke-4 bisa dikatakan orang yang merugi, orang yang tidak mampu mensyukuri nikmat yang Tuhan berikan.