ALBUM FOTO 2

Turing Karisma (Simposium Guru Nasional di GBK) : Cilacap - Jakarta 14 jam, Nop 2015




Turing Karisma (Diklat PKB Alat Peraga, P4TK IPA Bandung) : Cilacap - Bandung 10 jam, September 2015 






Ngepit Polygon (Hunting Buku di Shoping Jogja) : Cilacap - Jogja 14 jam, Juni 2015





Turing Karisma (Bisnis Pasir Kuarsa) : Cilacap - Tuban 23 jam, September 2014






PROFIL TOKOH

Update : 23 Juli 2012

ALBERT EINSTEIN (14 Maret 1879 – 18 April 1955)



Albert Einstein (lahir 14 Maret  1879 – meninggal 18 April 1955  pada umur 76 tahun) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20.

Masa Muda dan Universitas
Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola.
Pada umur lima tahun, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya). Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme.
Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika.
Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat kota Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia.
Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.
Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Marić, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla). Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negara Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl Einstein, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.
Kerja dan Gelar Doktor
Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss pada tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengetahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana "menjelaskan dirinya secara benar". Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka.
Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan. Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" ("On a new determination of molecular dimensions") pada tahun 1905 dari Universitas Zürich.
Di tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotolistrik, dan relativitas khusus) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade.
Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke "Annalen der Physik". Mereka biasanya ditujukan kepada "Annus Mirabilis Papers" (dari Latin: Tahun luar biasa).
Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis".
Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan jenius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia. Pada tahun 1999, Einstein dinamakan "Tokoh Abad Ini" oleh majalah Time. Kepopulerannya juga membuat nama "Einstein" digunakan secara luas dalam iklan dan barang dagangan lain, dan akhirnya "Albert Einstein" didaftarkan sebagai merk dagang. Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein. Rumus Einstein yang paling terkenal adalah E=mc².
Gerakan Brown
Di artikel pertamanya di tahun 1905 bernama "On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid", mencakup penelitian tentang gerakan Brownian. Menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial, dia menetapkan bahwa fenomena, yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah beberapa dekade setelah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada atom. Dan juga meminjamkan keyakinan pada mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial.
Sebelum thesis ini, atom dikenal sebagai konsep yang berguna, tetapi fisikawan dan kimiawan berdebat dengan sengit apakah atom itu benar-benar suatu benda yang nyata. Diskusi statistik Einstein tentang kelakuan atom memberikan pelaku eksperimen sebuah cara untuk menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa. Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu Arnold Sommerfeld bahwa ia telah berkonversi kepada penjelasan komplit Einstein tentang gerakan Brown.
Risalah Kata:
Hidup itu seperti naik sepeda. Agar tetap seimbang, kau harus terus bergerak.

“When you are courting a nice girl an hour seems like a second. When you sit on a red-hot cinder a second seems like an hour. That’s relativity.”


JAMES CLERK MAXWELL (1831-1879)
Maxwell dilahirkan di Edinburgh, Skotlandia, tahun 1831. Dia teramatlah dini berkembang: pada usia lima belas tahun dia sudah mampu mempersembahkan sebuah kertas kerja ilmiah kepada “Edinburgh Royal Society.” Dia masuk Universitas Edinburgh dan tamat Universitas Cambridge.
Menikah, tetapi tak beranak. Maxwell umumnya dianggap teoritikus terbesar di bidang fisika dalam seluruh masa antara Newton dan Einstein. Kariernya yang cemerlang berakhir terlampau cepat karena dia meninggal dunia tahun 1879 akibat serangan kanker, tak berapa lama sehabis merayakan ulang tahunnya yang ke-48.
Fisikawan Inggris kesohor James Clerk Maxwell ini terkenal melalui formulasi empat pernyataan yang menjelaskan hukum dasar listrik dan magnit.
Kedua bidang ini sebelum Maxwell sudah diselidiki lama sekali dan sudah sama diketahui ada kaitan antar keduanya. Namun, walau pelbagai hukum listrik dan kemagnitan sudah diketemukan dan mengandung kebenaran dalam beberapa segi, sebelum Maxwell, tak ada satu pun dari hukum-hukum itu yang merupakan satu teori terpadu.
Melalui empat perangkat hukum yang dirumuskan secara ringkas (tetapi punya bobot tinggi), Maxwell berhasil menjabarkan secara tepat perilaku dan saling hubungan antara medan listrik dan magnit. Dengan begitu dia mengubah sejumlah besar fenomena menjadi satu teori tunggal yang dapat dijadikan pegangan. Pendapat Maxwell telah jadi anutan pada abad sebelumnya secara luas baik di sektor teori maupun dalam praktek ilmu pengetahuan.
Nilai terpenting dari pendapat Maxwell yang baru itu adalah: banyak persamaan umum yang bisa terjadi dalam semua keadaan. Semua hukum-hukum listrik dan magnit yang sudah ada sebelumnya dapat dianggap berasal dari pendapat Maxwell, begitu pula sejumlah besar hukum lainnya, yang dulunya merupakan teori yang tidak dikenal. Dari pendapat Maxwell ini dapat diperlihatkan betapa getaran bolak-balik bidang elektromagnetik secara periodik adalah sesuatu hal yang bisa terjadi. Gerak bolak-balik seperti pendulum ini disebut gelombang elektromagnetik, yang bilamana sekali digerakkan akan menyebar terus hingga angkasa luar. Ia mampu menunjukkan bahwa kecepatan gelombang elektromagnetik itu mencapai sekitar 300.000 kilometer (186.000 mil) per detik. Maxwell mengetahui bahwa ini sama dengan ukuran kecepatan cahaya. Dari sudut ini dia dengan tepat mengambil kesimpulan bahwa cahaya itu sendiri terdiri dari gelombang elektromagnetik.
Jadi, pendapat Maxwell bukan semata merupakan hukum dasar dari kelistrikan dan kemagnitan, tetapi juga sekaligus merupakan hukum dasar optik. Sesungguhnya, semua hukum terdahulu yang dikenal sebagai hukum optik dapat dikaitkan dengan pendapatnya, juga banyak fakta dan hubungan dengan hal-hal yang dulunya tidak terungkapkan. Cahaya yang tampak oleh mata bukan semata jenis yang memungkinkan radiasi elektromagnetik. Pendapat Maxwell menunjukkan bahwa gelombang elektromagnetik lain, berbeda dengan cahaya yang tampak oleh mata dengan panjang gelombang dan frekuensi yang berbeda, bisa saja ada.
Kesimpulan teoritis ini secara mengagumkan diperkuat oleh Heinrich Hertz, yang sanggup menghasilkan dan menemui kedua gelombang yang tampak oleh mata yang diramalkan oleh Maxwell itu. Beberapa tahun kemudian Guglielmo Marconi memperagakan bahwa gelombang yang tak terlihat mata itu dapat digunakan untuk komunikasi tanpa kawat sehingga menjelmalah apa yang namanya radio itu. Kini, kita gunakan juga buat televisi, sinar X, sinar gamma, sinar infra, sinar ultraviolet adalah contoh-contoh dari radiasi elektromagnetik. Semuanya bisa dipelajari lewat hasil pemikiran Maxwell.
Meski kemasyhuran Maxwell yang paling menonjol terletak pada sumbangan pikirannya yang dahsyat di bidang elektromagnetik dan optik, dia juga memberi sumbangan penting bagi dunia ilmu pengetahuan di segi lain termasuk teori-teori astronomi dan termodinamika (penyelidikan ihwal panas). Salah satu minat khususnya adalah teori kinetik tentang gas. Maxwell menyadari bahwa tidak semua molekul gas bergerak pada kecepatan sama. Sebagian lebih lambat, sebagian lebih cepat, dan sebagian lagi dengan kecepatan yang luar biasa. Maxwell mencoba rumus khusus menunjukkan bagian terkecil molekul bergerak (dalam suhu tertentu) pada kecepatan yang tertentu pula. Rumus ini disebut “penyebaran Maxwell,” merupakan rumus yang paling luas terpakai dalam rumus-rumus ilmiah, dan mengandung makna dan manfaat penting pada tiap cabang fisika.


MAX KARL ERNST LUDWIG PLANCK (23 April 1858 – 4 Oktober 1947)

Dilahirkan pada tanggal 23 April 1858 di kota Kiel, Jerman. Dia belajar di Universitas Berlin dan Munich, memperoleh gelar Doktor dalam ilmu fisika dengan summa cum laude dari Universitas Munich selagi berumur baru dua puluh satu tahun. Sebentar dia mengajar di Universitas Munich, kemudian di Universitas Kiel. Di tahun 1889 dia jadi mahaguru Univeristas Berlin sampai pensiunnya tiba tatkala usianya mencapai tujuh puluh. Itu tahun 1928.
Sikap anti Nazi Planck yang keras membuat kedudukannya serba sulit di masa pemerintahan Hitler. Anak laki-lakinya dihukum mati di awal tahun 1945 akibat peranannya dalam komplotan para perwira yang memiliki rencana membunuh Hitler. Planck sendiri meninggal pada tanggal 4 Oktober 1947, pada umur delapan puluh sembilan tahun.
Pada bulan Desember tahun 1900 dunia ilmu pengetahuan terperanjat dan terlompat dari tempat tidur panjangnya. Apa yang terjadi?
Max Planck mempublikasikan hipotesanya yang sangat berani dan revolusioner. Dia menyebutkan bahwa radiasi energi (energi gelombang cahaya) tidaklah mengalir dalam arus yang kontinyu, tetapi terdiri dari potongan-potongan (diskrit) yang disebutnya quanta. Cahaya bisa dipandang sebagai paket-paket energi berupa foton-foton, dimana tiap paket memiliki energi yang terkuantitasi bergantung pada panjang gelombang atau frekuensi cahaya itu sendiri.  
Hipotesa Planck yang bertentangan dengan teori klasik tentang cahaya dan gelombang elektromagnetik ini merupakan titik mula dari teori kuantum yang sejak itu merevolusionerkan bidang fisika dan menyuguhkan kita pengertian yang lebih mendalam tentang alam benda dan radiasi.
Planck, seperti halnya ilmuwan lain, tertarik dengan "radiasi kuantitas gelap," julukan untuk radiasi elektromagnetik dikeluarkan oleh obyek gelap sempurna apabila dipanaskan. (Suatu obyek gelap sempurna dijelaskan sebagai sesuatu yang tidak memantulkan cahaya, tetapi sepenuhnya menyerap semua cahaya yang jatuh di atasnya). Percobaan-percobaan para ahli fisika telah membuat ukuran yang hati-hati perihal radiasi yang dikeluarkan oleh obyek itu bahkan sebelum Planck bekerja dalam masalah itu. Hasil karya Planck pertama adalah penemuannya dalam hal formula secara aljabar yang ruwet yang dengan tepat menggambarkan "radiasi kuantitas gelap." Formula ini yang kerap digunakan dalam teori fisika sekarang dengan rapi meringkas data-data percobaan. Tetapi ada satu masalah: hukum fisika yang sudah diterima meramalkan adanya suatu formula yang samasekali berbeda.
Planck berkecimpung dalam-dalam terhadap soal ini dan akhirnya tampil dengan teori baru yang radikal: energi radiant cuma keluar pada pergandaan yang tepat dari unit elementer yang disebut Planck "kuanta". Menurut teori Planck, ukuran kuantum cahaya tergantung pada frekuensi cahaya (misalnya pada warnanya), dan juga berimbang dengan kuantitas fisik yang oleh Planck diringkas dengan "h", tetapi sekarang disebut "patokan atau tetapan Planck."
Besarnya energi tiap kuanta memenuhi persamaan E = hf, dengan E adalah energi tiap kuanta dalam satuan joule, h : tetapan Planck, dan f : frekuensi cahaya.
Hipotesa Planck amatlah berlawanan dengan apa yang jadi konsep umum fisika. Tetapi, dengan penggunaan ini dia mampu menemukan keaslian teoritis yang tepat dan benar tentang "radiasi kuantitas gelap."
Teori Planck begitu revolusioner, yang tak syak lagi bisa dianggap suatu gagasan eksentrik kalau saja Planck bukan seorang ahli fisika yang mantap dan konservatif. Kendati hipotesanya terdengar aneh, dalam soal khusus ini jelas merupakan penuntun ke arah formula yang benar.
Pada mulanya, umumnya ahli fisika (termasuk Planck sendiri) melihat hipotesanya sebagai tak lain dari sebuah fiksi matematik yang cocok. Sesudah beberapa tahun, hal itu berubah sehingga konsepsi Planck tentang kuantum dapat digunakan untuk pelbagai fenomena fisik selain untuk "radiasi kuantitas gelap."
Einstein menggunakan konsep ini di tahun 1905 dalam rangka menjelaskan efek fotolistrik, yakni tumbukan antara cahaya dengan elektron pada permukaan logam.
Niels Bohr menggunakannya di tahun 1913 dalam teorinya tentang struktur atom. Salah satu postulat Bohr mengatakan bahwa elektron tidak mengelilingi inti dalam sembarang lintasan, melainkan pada orbit-orbit stasioner, dimana dalam tiap orbit energi elektron terkuantitasi yang besarnya melibatkan nilai konstanta Planck. Dengan ini teori Bohr sukses dalam menjelaskan kestabilan atom pada atom tunggal hidrogen.
Menjelang tahun 1918 tatkala Planck peroleh Hadiah Nobel, jelaslah sudah bahwa hipotesanya pada dasarnya benar dan itu mempunyai arti penting yang fundamental dalam teori fisika.
Perkembangan mekanika kuantum mungkin yang paling penting dari perkembangan ilmu pengetahuan dalam abad ke-20, lebih penting ketimbang teori relativitas Einstein. Patokan "h" Planck memegang peranan penting dalam teori fisika dan sekarang dihimpun jadi dua atau tiga patokan fisika paling dasar. Patokan itu muncul dalam teori struktur atom, dalam prinsip "ketidakpastian" Heisenberg, dalam teori radiasi dan dalam banyak lagi formula ilmiah.
Planck umumnya dianggap Bapak Mekanika Kuantum. Kendati dia memainkan peranan tak seberapa dalam perkembangan teori selanjutnya, adalah keliru mengecilkan arti Planck. Jalan mula yang disuguhkannya sungguh penting. Dia membebaskan pikiran orang dari anggapan-anggapan keliru yang ada sebelumnya, dan dia memungkinkan orang-orang sesudahnya menyusun teori yang jauh lebih jernih daripada era sebelumnya.

ARSIP SOAL UAS/UKK/US MGMP FISIKA

Update : 18 Mei 2016

ARSIP SOAL UAS SEMESTER GASAL
Silahkan click untuk mengunduh:
SOAL - KISI2 UAS GASAL KELAS X-XI-XII  2015-2016

SKL UAS GASAL KELAS X-XI-XII  2014-2015
SOAL DAN KISI-KISI UAS GASAL KELAS X-XI-XII  2014-2015

SKL UAS GASAL KELAS X-XI-XII  2013-2014
SOAL -KISI2-UAS GASAL KELAS X-KTSP, X KUR 13, XI, XII 2013-2014

SOAL UAS SEM 1 KLS XII 2012-2013
SOAL UAS SEM 1 KLS XI 2012-2013
SOAL UAS SEM 1 KLS X 2012-2013
KISI-KISI UAS SEM 1 KLS XII 2012-2013
KISI-KISI UAS SEM 1 KLS XI 2012-2013
KISI-KISI UAS SEM 1 KLS X 2012-2013
SKL UAS SEM 1 KLS X XI XII 2012-2013

UAS KELAS X SEM GASAL 2011-2012
UAS KELAS XI SEM GASAL 2011-2012
UAS KELAS XII SEM GASAL 2011-2012
SKL UAS SEM 1 KLS X XI XII 2011-2012
UAS KELAS X SEM GASAL 2010-2011
UAS KELAS XI SEM GASAL 2010-2011
UAS KELAS XII SEM GASAL 2010-2011

ARSIP SOAL UAS/UKK SEMESTER GENAP
Silahkan click untuk mengunduh:
SKL UKK KELAS X DAN XI 2015-2016

SKL UKK KELAS X DAN XI 2014-2015
PAKET UKK KELAS X DAN XI 2014-2015 (KISI2 DAN SOAL)


SKL UKK KELAS X DAN XI 2013-2014
PAKET UKK KELAS X DAN XI 2014-2015 (KISI2 DAN SOAL)

SKL UKK KELAS X DAN XI 2012-2013
SOAL UKK KELAS X 2012-2013
SOAL UKK KELAS XI 2012-2013

KISI-KISI UKK KELAS X 2012-2013
KISI-KISI UKK KELAS XI 2012-2013


UKK KELAS X  2011-2012
UKK KELAS XI  2011-2012
SKL UKK KELAS X DAN XI 2011-2012
KISI-KISI UKK KELAS X  2011-2012
KISI-KISI UKK KELAS XI  2011-2012
UKK KELAS X SEM GENAP 2010-2011
UKK KELAS XI SEM GENAP 2010-2011

ARSIP SOAL UJIAN SEKOLAH (US) KELAS XII
Silahkan click untuk mengunduh:
KISI-KISI, SOAL US FISIKA DAN TRY OUT BERSAMA KAB 2015-2016

KISI-KISI, SOAL US FISIKA DAN TRY OUT BERSAMA KAB 2014-2015
SOAL US FISIKA KAB 2014-2015


KISI-KISI, SOAL US FISIKA DAN TRY OUT BERSAMA KAB 2013-2014
UJIAN SEKOLAH (US) FISIKA 2012-2013
KISI-KISI  UJIAN SEKOLAH (US) FISIKA 2012-2013

UJIAN SEKOLAH (US) FISIKA 2011-2012
UJIAN SEKOLAH (US) FISIKA 2010-2011

ALBUM FOTO

Ngrembug Negara melalui Batu Akik : Ruang Parkir Guru Smanda, April 2015

Baturaden, Januari 2015


Baksos SMA 2 Clp ke Pesantren Nurul Aitam Kuripan, Nop 2014
 

Foging RT Sebelah, Mei 2013 


Kerja Bakti Talud Swadaya RT. 02/IX Gumilir, 13 Mei 2013 


Studi Wisata MGMP Fisika Cilacap ke Malang, 10 -13 Mei 2013

Selesai mbesuk di RSUD Cilacap, April 2013


Saklar torn otomatis biksen (bikinan sendiri), medio April 2013

Jamaah dhuhur, Masjid Al Muhajirin, April 2013

Suatu Hari di Kedung Gudel, Ngawi, Lebaran 1433 H

Rawa Bendungan, Ramadhan 1433 H



Asrinya Kaliku, 2012

Pelabuhan Sleko, Minggu 8 Juli 2012

Outbond BAF, 13 Mei 2012

Perempatan Ketapang-Pucang-Tentara Pelajar, 28 April 2012

Dandan Listrik Penerangan Jalan, RT 02/IX Gumilir, April 2012

Permohonan Maaf dan Doa Restu Menjelang UN, 13 April 2012

S3 (Salam Senyum Sapa) Pagi Menjelang, 24 Maret 2012

Rabat Beton, Swadaya RT 02/IX, 22 Jan 2012


Sebelum upacara, November 2011

MGMP Fisika Cilacap di PLTS Klaces, Kampung Laut, 24 Sept 2011

PNPM : Rabat Beton Sebelah Masjid, Juli 2011

Diklat Pengelola Lab IPA, UPI Bandung, Juni 2011

Pertamina Kobong, 2011

Kerja Bakti Pengurugan Lapangan Kampung, 2011

Pembuatan Biopori 2011

Pelatihan Komputer 2009

Ketampakan Tahun 2010

BEDAH SKL BANYUMAS

Silahkan klick untuk mengunduh:
BEDAH SKL BANYUMAS.
Setelah pelaksanaan UN 2010-2011, materi bedah SKL di Banyumas dianalisis dan dihasilkan simpulan akurasi prediksi sebagai berikut:
ANALISIS KETEPATAN BEDAH SKL BANYUMAS.

LABORATORIUM ALAM FISIKA

Update : 2 April 2013

Pembelajaran fisika akan lebih baik bila tidak semata-mata menguraikan alur matematis formulasi suatu konsep fisika. Rumusan matematis hanyalah sebuah bahasa pengungkapan dari suatu hukum, konsep, dan karenanya tidak sembarang siswa mampu memahami jenis bahasa seperti ini.
Dalam kaitan ini perlu kiranya pembelajaran fisika menggunakan laboratorium fisika sebagai wadah untuk membuktikan konsep fisika. Sayangnya, belum semua sekolah memiliki perangkat alat laboratorium yang lengkap. Tidak hanya itu, alasan keterbatasan waktu dalam menyampaikan materi sering menjadi penyebab guru enggan untuk melakukan kegiatan laboratorium sebagai sarana pembuktian konsep atau pelatihan ranah psikomotorik siswa.
Dalam konstelasi yang demikian, kehadiran laboratorium alam sebagai tempat siswa untuk mengamati atau melakukan pengukuran secara kasar atas konsep-konsep fisika mendapatkan maqomnya. Laboratorium alam adalah laboratorium paling murah tetapi paling komplit fenomena yang tertampung di dalamnya.
Bila kegiatan di laboratorium fisika difungsikan sebagai sarana pembuktian konsep, maka kegiatan laboratorium alam dapat berfungsi sebagai sarana untuk membumikan konsep. Dengan kegiatan di laboratorium alam, siswa dihadapkan pada realita bahwa fisika ternyata benar-benar ada di sekitarnya. Fenomena fisika tidak terisolir hanya pada halaman-halaman buku yang menjemukan, melainkan bahkan melekat pada dirinya, pada kendaraan yang tiap hari ia gunakan, listrik yang selalu setia menemani aktivitasnya, dan banyak lagi hal lainnya.
Di bawah ini adalah beberapa contoh penggunaaan alam sekitar sebagai laboratorium fisika:

Laboratorium alam : Pengukuran Efisiens Mesin Pompa Air.

Laboratorium alam : Kinematika Gerak Lurus - Pengukuran percepatan sepeda motor.
Laboratorium alam : Gerak Melingkar - Hubungan roda-roda.
Laboratorium alam : Gelombang - Pengukuran Gelombang Air Laut di Pantai Teluk Penyu Cilacap.

MY DIARY 2



Cilacap, 25 Maret 2014

KEKUATAN RECEH

Apa yang akan terjadi ketika Anda berbelanja di sebuah warung dan mendapati bahwa ternyata kembalian yang akan Anda terima serba tanggung?

Anda membeli se-pak lilin, 2 butir telor, dan se-empleng obat flu. Untuk semua itu Anda ternyata harus membayar sebanyak 18.900 perak.

Anda keluarkan uang lembaran dua puluh ribuan, dan dengan hitung cepat (quick count seperti di Pemilu) maka penjaga warung harus mengembalikan uang sebesar 1.100 perak, tidak lebih dan tidak kurang.

Yang terjadi kemudian adalah transaksi yang sesungguhnya di luar rencana Anda. Bisa saja pemilik warung akan mengembalikan uang kembalian dengan 1.000 ditambah bonus sebutir permen. Bisa juga anda akan ditawari untuk membeli ini itu sedemikian sehingga jumlah belanjaan Anda menjadi tepat 20.000. Atau bisa jadi Anda akan mendapatkan kembalian yang tepat 1.100 rupiah itu.

Bila opsi terakhir itu yang kemudian terjadi, maka akan Anda pisahkan uang seribuan dengan seratus rupiah. Seribunya Anda masukkan ke dompet untuk dipakai belanja di kemudian hari, dan seratusnya Anda masukkan ke saku. Sesampai di rumah uang seratus perakan itu Anda letakkan begitu saja di atas kulkas, di gawang jendela kaca, atau di atas lemari entah untuk dipakai kapan lagi.

Repotnya menangani uang kecil dengan satuan seratus atau dua ratus perak adalah anak-anak Anda sudah tidak mau lagi disangoni ke sekolah dengan uang satuan paling kecil di negeri kita ini. Malu katanya. Terlalu berat, kilah yang lain.

Apa yang terjadi dengan uang logam recehan itu terkadang memilukan andai kita menjadi dia. Logam-logam itu kemudian akan mendiami tempatnya yang baru untuk jangka waktu yang sangat lama. Saking lamanya sehingga logam-logam itu akan memudar warnanya, berganti sedikit coklat kehitaman yang kita menyebutnya sebagai teyeng atau korosi. Tidak banyak sidik jari yang melekat di sekujur badannya, hanya sesekali kecoa yang lewat di atasnya sekedar numpang lewat dalam perjalanannya mencari makan.

Receh-receh yang berserakan di atas lemari sedemikian termangunya, menyaksikan teman-temannya yang lebih besar hilir mudik mengisi dompet-dompet yang kita bawa tiap kali kita keluar rumah. Mereka menggerutu : buat apa manusia mendandaniku dengan ukiran huruf dan angka kalau pada akhirnya aku didiamkan begitu rupa?

Gerutu itu bisa begitu lama hingga kita mendapatkan kunjungan dari tamu di luar pintu yang mendendangkan lagu sengau ini itu, kemudian kita berikan recehan yang tekumpul itu, dan tamu itupun akan berlalu dengan ucapan “Terima kasih…om?”, “terima kasih…Tante?”. Kita pun lega dengan perginya si pengamen, uang recehan itu pun lega karena ia bakal kembali menjalani hari-harinya sebagai sarana pembayaran yang sah dalam transaksi ekonomi antar kita.

Habiskah recehan yang ada di atas lemari kita?

Tentu saja tidak. Bila tiap pengamen yang hadir di rumah sampeyan kemudian diberi imbalan seribu perak saja, maka butuh sebanyak puluhan atau mungkin ratusan pengamen yang menyanyi serentak agar recehan Anda bisa beranjak semua dari atas lemari.

Andakan pun pada suatu waktu ada puluhan atau ratusan pengamen tiba-tiba mendatangi Anda secara berbondong-bondong, dan dengan itu uang receh di atas lemari Anda bisa habis tak tersisa, maka siklus akan bisa terulang hanya dalam hitungan hari, atau mingguan. Itu karena pada saat yang sama Anda akan tetap berbelanja, dan tiap berbelanja, Anda akan memiliki probability yang besar untuk mendapatkan kembalian berupa recehan, begitu seterusnya.

Bukit Diciptakan dari Tumpukan Tanah

Pernahkan Anda menghitung sebenarnya berapa banyak uang recehan yang ada di gawang jendela, di atas lemari, atau dimana saja tempat yang memungkinkan Anda meletakkan receh begitu saja?

Pernahkah Anda menimbang seberapa banyak massa yang tertimbun dari onggokan logam-logam yang dibentuk lingkaran, dicetak dengan ukiran gambar dan huruf, yang Anda abaikan begitu saja?

Pernahkan Anda berpikir bahwa receh-receh yang secara tidak sengaja Anda timbun itu memiliki nilai yang cukup besar untuk membangun atau memelihara sesuatu yang setiap hari Anda kunjungi, yakni masjid?

Pertanyaan yang terakhir mungkin belum pernah Anda bayangkan dalam benak Anda.

Kita memang terbiasa untuk menyisihkan uang barang dua ribu atau lima ribuan tiap kali kita pergi sholat Jumat. Kita masukkan lembar uang kertas itu ke dalam kotak yang akan mengelilingi jamaah pada saat sang khotib sedang berkhotbah.

Kita juga tidak asing dengan sumbangan yang kita berikan kepada ta’mir masjid ini atau itu taktala mereka sedang membangun atau merenovasi masjid di lingkungan kita.

Kita sisihkan semua uang-uang itu dari alokasi ZIS yang menjadi bagian penting dari distribusi pendapatan kita tiap bulannya.

Alangkah indahnya bila alokasi sodakoh dan infak yang sudah jelas sumber anggarannya bisa ditambah dari sumber-sumber lain yang terasa remeh bagi kita, yakni receh-receh itu?

Andai saja tiap diri kita menyisihkan recehan empat ratus perak setiap harinya saat pergi sholat duhur atau asyar di masjid, maka sebulan dapatlah diharapkan terkumpul uang sebanyak dua belas ribu rupiah. Itu adalah operasi aljabar yang sederhana. Dan itu baru diperoleh dari seseorang dari kita.

Pengandaian itu bisa dilanjutkan bila ada sepuluh orang saja jamaah masjid yang berpola serupa, maka sebulan-bulannya masjid akan mendapatkan dana operasional sebesar seratus dua puluh ribu rupiah. Jumlah yang tidak sedikit, dan dengan itu tanggungan listrik tiap bulan dapat teratasi. Hebatnya hany dari peranan si receh-receh yang berserakan di rumah-rumah kita.
Penting juga untuk dipahami, bahwa mengeluarkan sodakoh dalam bentuk receh-receh tentulah jauh lebih mudah daripada harus mengeluarkan infak dalam jumlah yang sama tetapi dilakukan pada suatu waktu. Secara psikologis, langkah infak bersama receh jauh lebih memungkinkan dan ringan rasanya ketimbang melakukannya dalam suatu waktu dengan menggunakan uang lembar dalam satuan lebih besar meski jumlah nominalnya sama adanya.



Cilacap, 31 Mei 2013

KURIKULUM 2013
Kurikulum berasal dari bahasa Latin, curere, yang berarti jalan yang harus dilalui, dari start sampai finish. Dahulu kala kata curere konon digunakan dalam lomba lari oleh bangsa Yunani.
Kini makna kurikulum dalam kosakata kita memiliki arti yang lebih spesifik, yakni perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.
Kurikulum memang penting dan signifikan peranannya, karena kurikulumlah yang menjadi pedoman dalam proses kegiatan belajar-mengajar, baik dalam ranah pendidikan forman, non formal, mapun informal. Kurikulum tak ubahnya sebagai kendaraan yang diharapan mampu mengantarkan proses pendidikan nasional ke arah tujuan yang telah dirumuskan.
Periode 10 Tahunan?
Renungan kita tentang pentingnya kurikulum seakan selalu disegarkan paling tidak dalam tiap satu dasawarsaan. Tapi diktum ini ternyata keliru, tidak ada pola tahunan yang pasti suatu kurikulum akan berakhir dan diganti dengan kurikulum berikutnya.
Sejarah kurikulum dalam bentangan sejarah pendidikan di negeri kita ternyata memiliki mozaik yang beraneka rupa. Kurikulum selalu berubah, mengikuti perubahan zaman, konflik kepentingan, dinamika nilai, atau sekedar latah : Sang Menteri Pendidikan mesti mempunyai karya yang bernama kurikulum.
Kurikulum dalam hasanah dinamika bangsa kita ini dimulai pada tahun 1947, yakni awal-awal kita menikmati kemerdekaan, kebebasan, euforia masa depan yang cerah, namun di sisi lain masih ada agresi militer dari bangsa asing yang kepingin bercokol kembali di bumi pertiwi ini.
Tidak mengherankan kalau kurikulum yang disusun pada tahun-tahun awal kemerdekaan kita itu berisi pengajaran dan pembelajaran yang mengedepankan tumbuhnya rasa patriotisme, persatuan dan kesatuan, dan harga diri bangsa. Kurikulum yang dilahirkan pada tahun kedua era kemerdekaan itu dikenal dengan nama Rentjana Pembeladjaran 1947.
Bayi yang bernama kurikulum 1947 itu kemudian disempurnakan pada tahun 1952. Pada tahun 1964, yakni di akhir-akhir era orde lama, lahirlah kurikulum baru yang dinamakan Rentjana Pendidikan 1964.
Baru empat tahun sejak diberlakukannya kurikulum 1964, pemerintah orde baru sudah merubah arah pendidikan kita dengan mengeluarkan kurikulum 1968. Nuansa politis ditengarai menjadi salah satu alasan mengapa kurikulum 1968 tersebut lahir.
Tujuh tahun berikutnya, pemerintah kembali mengeluarkan produk kurikulum yang kita kenal dengan nama kurikulum 1975.
Pada tahun 1984, lahirlah kurikulum yang mengedepankan skill aproach, atau yang lebih populer dengan trik CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Siswa sudah menjadi subjek kurikulum, dengan guru sebagai fasilitator. Keluhan yang mengemuka pada saat itu adalah kegaduhan kelas akibat dari sistem CBSA. Kritik yang dikemukakan pada saat itu adalah bahwa CBSA tidak akan bisa berjalan dengan optimal karena CBSA itu sendiri (Cah Bodo Sih Akeh).
Penjurusan dilakukan di kelas 2, meliputi jurusan Fisika, Biologi, IPS, dan Bahasa.
Setelah itu kita mengenal kurikulum 1994, yakni kurikulum yang diundangkan pada tahun 1994. Beberapa istilah khas yang menjadi index dalam terminologi kurikulum pada saat itu adalah GBPP (Garis-garis Besar Program Pengajaran), RP (Rencana Pengajaran) yang memuat TIU (Tujuan Instruksional Umum), dan TIK (Tujuan Instruksional Khusus).
Pada tahun 2004, pemerintah mengundangkan kurikulum pengganti yang dinamakan Kurkukulum Berbasis Kompetensi (KBK). Dua tahun berselang, KBK bermetamorfose menjadi KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Sebagaimana adatnya, berganti baju akan diikuti pula dengan penggantian beberapa istilah dengan konten yang sama. GBPP berubah menjadi Standar Isi (SI), RP berganti nama menjadi RPP (Rencana Program Pengajaran), TIU menjadi SK (Standar Kompetensi), dan TIK menjadi KD (Kompetensi Dasar).
Melihat dari penamaannya, KTSP sebenarnya digadang-gadang bisa memunculkan potensi sekolah untuk memacu diri mencapai prestasi setinggi-tingginya sesuai dengan potensi lokal yang tersedia. Kurikulum bisa dikembangkan sendiri, dengan catatan Kompetensi Dasar tidak boleh dikurangi. Dengan adigium inilah kita kemudian mengenal Sekolah Berwawasan Khusus, Sekolah Standar Nasional (SSN), dan Sekolah Berstandar Internasional (SBI) yang belakangan dimentahkan keberadaanya oleh Mahkamah Konstitusi karena potensi diskriminannya.
Akhir-akhir ini, kita diributkan dengan wacana pemberlakuan kurikulum baru yang kedengarannya akan dinamai dengan cukup bersahaja : Kurikulum 2013.
Melihat periodisasi lahirnya kurikulum baru (sejak kurikulum 1994) yang berpola sepuluh tahunan, kita patut menduga bahwa pemerintah sebenarnya baru mengambil ancang-ancang untuk lahirnya kurikulum 2014. Dengan kata lain, kurikulum 2013 adalah bayi prematur yang kemudian akan menjelma menjadi kurikulum 2014. Argumennya adalah sekalipun Pak Menteri pernah memastikan bahwa kurikulum 2013 akan berlaku serentak, ternyata statemennya dalam hitungan bulan sudah berubah menjadi berlaku secara sporadis, mungkin bahkan randoming. Terbukti, untuk tingkat satuan pendidikan SMA di Kabupaten Cilacap, pada tahun pelajaran 2013-2014 baru tujuh SMA yang ditunjuk untuk memberlakukan kurikulum tersebut. Ketujuh SMA yang dimaksud adalah SMA N 1 Cilacap, SMA N 2 Cilacap, SMA N 3 Cilacap, SMA Muhammadiyah Cilacap, SMA N Jeruklegi, SMA N Binangun, dan SMA N Cipari. Tentu saja jumlah sebegitu belum merepresentasikan jumlah SMA se-Kabupaten Cilacap yang jumlahnya melebihi 50 sekolah.
Secara presentasi, jumlah SMA yang ditunjuk untuk memberlakukan kurikulum 2013 untuk wilayah Kabupaten Cilacap berarti hanya sekitar 14%. Namun ternyata angka ini jauh lebih tinggi daripada sampling pemberlakukan kurikulum 2013 pada skala nasional yang hanya 3% saja.
Bagaimana Wajah Kurikulum 2013 yang Baru?
Sejujurnya masih cukup gelap bagi kita untuk menggambarkan form dari kurikulum terbaru ini. Selain belum diberlakukan, kurangnya sosialisasi pemerintah akan wujud kurikulum 2013 menjadi kendala yang berarti untuk memahami dan mendalaminya. Namun dari beberapa informasi yang diperoleh didapatkan gambaran sebagai berikut:
Peminatan (semula penjurusan) akan dilakukan mulai kelas X. Ini berarti peserta didik sudah harus memutuskan akan ke bagian jurusan apakah ia bersekolah di SMA. Ini berarti pula harus ada mekanisme peminatan yang dilaksanakan bersamaan waktunya dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Barangkali model ini terinspirasi dari apa yang sudah diberlakukan untuk jenis pendidikan di tingkat SMK, dimana siswa sudah akan memasuki jurusan life skill yang diminatinya semenjak kelas X.
Sementara itu, kritik pada KTSP yang dinilai terlalu banyak membebani peserta didik akibat mata pelajaran yang kelewat banyak mendasari alasan beberapa mata pelajaran yang ada pada KTSP sekarang dihapus. Tidak ada substitute untuk mengganti mata pelajaran tersebut, alias semata-mata mengurangi jumlah mata pelajaran.
Jam yang berkurang akibat penghapusan beberapa mata pelajaran tersebut pada akhirnya diberikan pada beberapa mata pelajaran yang lain, yang menurut perumus kurikulum ini lebih substansial.
Perbedaan KTSP dengan Kurikulum 2013 Bidang Fisika
Jam pada mata pelajaran fisika boleh dikatakan tidak berubah alias ajeg. Hanya saja karena peminatan dilakukan mulai kelas X, maka total jam mata pelajaran secara keseluruhan juga akan berkurang. Tentunya ini akan berdampak pada distribusi jam bagi guru-guru fisika dalam rangka pemenuhan kewajiban guru profesional yang 24 jam itu.
Tidak ada materi substansi fisika yang dihapus, artinya standar isi untuk mata pelajaran fisika pada kurikulum 2013 boleh dikatakan hampir sama dengan standar isi pada KTSP. Hanya saja, beberapa materi berpindah posisi, seperti hidrostatis dan Teori Kinetik Gas Ideal yang semula dipelajari di kelas XI sekarang berpindah kedudukan menjadi materi yang dipelajari di kelas X.
Penyempurnaan pada kurikulum 2013 bidang studi fisika terletak pada penugasan berupa karya nyata (semacam teknologi tepat guna) yang harus dilakoni oleh siswa dengan bekal keilmuan yang telah dipelajari. Harapannya adalah agar peserta didik mampu merangkai jembatan pengetahuan yang merelasikan antara fisika teori dengan  fisika aplikatif. Dengan ini barangkali peserta didik akan terstimulasi untuk mengembangkan kemampuan development and research (D & R) bagi kemajuan teknologi di sekitarnya.
TIK yang Raib
Agak mengherankan memang mengingat TIK adalah mata pelajaran yang sangat up to date dalam rangka mengenalkan peserta didik pada teknologi yang kemajuannya luar biasa. Alih-alih menyempurnakan standar isi pada mata pelajaran TIK, perumus kurikulum malah mendelete mata pelajaran ini dari struktur kurikulum. Mungkin, argumen yang mereka pakai adalah realita bahwa tanpa pelajaran di kelaspun peserta didik akan mampu mengembangkan kemampuannya dalam penguasaan teknologi informasi melalui pembelajaran otodidak.
Tapi benarkan argumentasi seperti ini dijadikan alasan untuk meniadakan mata pelajaran TIK?
Bukankan peserta didik hanya mampu mengoperasikan komputer hanya pada aplikasi-aplikasi tertentu yang lebih bersifat rekreatif seperti membuat akun facebook, twitter, atau sekedar bermain game online?
Tidakkah mutlak dibutuhkan seorang guru untuk mengajari mereka bagaimana merakit hardware, menginstall software, membuat pemrograman dalam bahasa komputer (Turbo Pascal maupun VB), atau mendisain grafis melalui corel atau adobe photosop? Belum lagi peserta didik juga tidak mungkin mempelajari secara otodidak prinsip-prinsip apresiasi terhadap hak paten, atau memanfaatkan program-program aplikasi yang sangat familier seperti word, excell under windows maupun program aplikasi lainnya.
Benar memang ada beberapa anak yang mampu membuat program aplikasi tanpa bekal ilmu dari bangku sekolah, seperti pencipta situs sosial Saling Sapa, tapi mereka bisa jadi memang memiliki cetak biru otak yang sangat pas untuk berkreasi di bidang pemrograman. Sedangkan sebagian besar dari anak-anak seusia mereka tidaklah demikian.
Artinya peranan guru masih sangat diperlukan oleh kebanyakan peserta didik untuk mengenal, menguasai, mendalami, maupun mengembangkan kemampuannya dalam penguasaan teknologi informasi dan komunikasi itu.
Bajawa dan Bahasa Asing yang Hilang
Bahasa Jawa adalah mulok yang berlaku dalam skala regional setingkat provinsi. Bahasa Jawa akan menjadi Bahasa Sunda untuk sebagian besar daerah di Jawa Barat, akan menjadi Bahasa Dayak di daerah Kalimantan.
Dengan semakin tingginya tingkat mobilitas sosial, intrusi penduduk juga semakin intens. Tidak terlalu susah untuk mencari orang dari suku Jawa di daerah Aceh atau Bali. Sama halnya tidak terlalu sulit untuk menemukan orang dari Sumatera di daerah Jawa.
Mungkin, kesulitan homogeni penduduk seperti terpapar di ataslah yang mendasari mengapa mulok tingkat provinsi itu dianulir dari struktur kurikulum 2013. Belum lagi kesulitan seperti yang terjadi di daerah perbatasan, dimana bahasa ibu yang dipakai bisa saja sangat membingungkan. Kasus seperti ini bisa dilihat di daerah Dayeuhluhur. Kecamatan yang berada di paling barat dari Kabupaten Cilacap ini nyata-nyata memiliki bahasa ibu yang justru sama dengan bahasa ibu daerah di provinsi Jawa Barat, yakni Sunda. Tidak adil mestinya bila mereka yang hidup dan besar di Jawa Tengah, namun memiliki bahasa ibu dari Jawa Barat, kemudian dipaksakan untuk mempelajari bahasa yang terasa asing di telinga mereka, yakni bahasa Jawa.
Bahasa Asing adalah mata pelaran yang bersifat opsional bagi masing-masing sekolah. Sekolah dengan pertimbangan masing-masing bisa memilih untuk mengajarkan anak didiknya Bahasa Asing (di luar bahasa Inggris yang masuk struktur kurikulum sejak dulu kala). Sebagai contoh, SMA N 1 Cilacap memilih Bahasa Perancis sebagai Bahasa Asing, SMA N 3 Cilacap memutuskan mengembangkan Bahasa Asing berupa Bahasa Jepang, sedangkan SMA N 2 Cilacap lebih memilih Bahasa Mandarin sebagai Bahasa Asing yang dikembangkan.
Kurikulum 2013 menghapus mata pelajaran Bahasa Asing dari struktur kurikulum. Bahkan, jumlah jam pelajaran untuk mata pelajaran Bahasa Inggris yang merajai kebahasaasingan sejak jaman bahula pun sekarang dikebiri dalam jumlah yang signifikan. Entah dengan dasar apa dan tujuan apa, peserta didik seperti dijauhkan dari perbendaharaan Bahasa Asing dan Bahasa Lokal dalam tata pergaulannya.  
Matematika dan Sejarah pada Bengkak
Berbeda nasibnya dengan mapel TIK, Bahasa Jawa, maupun Bahasa Asing, mata pelajaran Sejarah dan Matematika justru kebanjiran tambahan jam. Sebagai gambaran, pada struktur KTSP kelas X sejarah hanya dialokasikan 1jam kini menjadi 3 jam. Matematika yang semula 3 jam kini menjadi 5 jam.
Alhasil, perubahan struktur kurikulum yang membengkakkan jumlah jam pada mata pelajaran-mata pelajaran tertentu dan disisi lain mengurangi secara signifikan atau bahkan meniadakan beberapa mata pelajaran akan berdampak pada kebingungan pengelola sekolah dalam membagi tugas. Guru-guru juga banyak yang resah akibat kekurangan jam karena bisa berakibat pada tunjangan sertifikasi.
Membengkaknya jumlah jam mata pelajaran sejarah mungkin dengan dasar pemikiran bahwa mapel ini bisa mempertebal rasa empati, apresiasi, dan penghargaan pada pahlawan serta menumbukhan rasa patriotisme peserta didik pada negara yang belakangan ini terasa semakin hambar. Pertanyaannya hanyalah, proporsionalkan jumlah jam mapel tersebut untuk tujuan yang dimaksud?
Idem dito dengan mapel Sejarah, mata pelajaran Matematika pun mendapatkan banyak tambahan jam, baik itu untuk jurusan Ilmu Sosial maupun Ilmu Alam. Agak heran kalau kemudian mata pelajaran ini menjadi menu harian bagi peserta didik yang mainstream pemikirannya bukan pada kawasan logis-matematis. Tidakkah setiap peserta didik memiliki kejatidiriannya yang tidak mesti selalu enjoy ketika bernalar dengan bahasa numerik matematis itu?
Pertanyaannya sama dengan pada mapel sejarah : sudahkan tambahan jam pada mapel Matematika proporsional untuk tujuan yang dimaksud?
Quo Vadis Pendidikan Kita
Syahdan, setiap kurikulum selalu memiliki dimensi responsibilitas dan visionaritas. Responsibilitas dimaknai sebagai lahirnya kurikulum untuk menanggapi perkembangan zaman, baik dalam rekayasa teknologi maupun paradigma sosial. Sedangkan visionaritas mengandung arti kurikulum memiliki daya jangkau ke depan sesuai dengan proyeksi perkembangan teknologi dan humaniora pada tahap berikutnya.
Tidak berbeda halnya dengan kurikulum 2013. Stigma kualitas dunia pendidikan kita yang konon selalu saja menduduki rangking di bawah (bahkan dibanding dengan wajah dunia pendidikan setingkat Vietnam)membuat kita senantiasa miris : ada apa dengan dunia pendidikan kita sehingga selalu dan selalu kalah? Kita memang sering mendengar bahwa anak didik kita bisa menjuarai lomba olimpiade fisika, matematika, atau astronomi tingkat internasional. Tetapi kemana mereka para jawara cilik itu setelah lulus dari pendidikan setingkat SLTA. Bagaimana pemerintah memberikan bimbingan bagi para juara kecil itu agar kelak menjadi tenaga ahli yang mampu memberikan sumbangan berarti bagi kemajuan bangsa dan negara.
Tentulah, lahirnya kurikulum baru moga-moga berangkat dari niatan untuk terus menerus memperbaiki kualitas pendidikan kita. Semoga pula kita tidak terjebak pada semacam kutukan quo vadis : apapun kurikulumnya, kita tetap akan jalan di tempat dalam hal pendidikan. 
  



Cilacap, 21 Maret 2013

KESEDERHANAAN YANG DIPAKSAKAN
Sewaktu kecil, kita mungkin pernah atau sering terbengong-bengong melihat orang kaya di kampung kita yang memiliki banyak mobil, rumah magrong-magrong dengan jumlah kamar jauh diatas jumlah penghuni, keramik lantai yang meling dan merambat hingga ke dinding. Terasnya pun seperti etalase toko mebel, dengan pot bunga yang ditumbuhi tanaman langka. Antena parabola atau TV kabel, dan mesin AC yang menempel di dinding-dinding tiap kamar lebih menegaskan lagi kalau dia benar-benar kaya, sangat kaya.
Pekarangan rumahnya menjadi sebidang taman yang tertata rapi, tetumbuhan yang beraneka rupa, kolam dengan ikan koi warna warni, bersih dengan air mancur yang terus menerus mengucur. Semua serba teratur karena ada karyawan yang khusus mengurusinya.
Muncul dalam pikiran kita waktu itu : dapat duit darimana ya ini orang, bisa sekaya itu.
Sederhanakah orang yang memiliki rumah magrong-magrong tersebut?
Di pojok kampung yang lain, kita melihat sebuah keluarga dengan rumah berdinding anyaman bambu. Pori-pori dari anyaman itu membuat sang dedebuan mampu menerobos masuk di siang hari, dan di malamnya udara dingin akan menyusup lewat pori-pori. Nyamuk? Dengan ukuran tubuhnya yang kecil mampu menjadikan lubang-lubang pada anyaman itu sebagai pintu masuk dan keluar.
Cat temboknya adalah kapur yang diencerkan. Lantainya adalah tanah yang dipadatkan, atau campuran kapur semen dan pasir yang diratakan. Pendingin udaranya adalah buku tulis bekas atau sobekan karton sarimi yang sudah tidak digunakan. Springbednya terbuat dari bambu yang dicacah-cacah dan dibentangkan diatas dipan sederhana terbuat dari kayu ketewel. Dispensernya berbentuk kendi, atau botol besar aqua bekas. Taman dipekarangannya ditumbuhi pohon-pohon tahunan : mangga, kelapa, tebu, dan pete. Rumputnya cukuplah rumput teki, sejenis ilalang yang bila dipotong akan dengan cepat tumbuh dan tumbuh lagi.
Atapnya seng, atau lebih tepatnya bekas seng. Atau bila pun menggunakan genteng, maka gentengnya model lama yang akan pecah diinjak oleh kucing nakal yang naik ke atap.
Sederhanakah orang yang memiliki rumah dengan gambaran memelas seperti itu?
Sederhana itu Tidak Rumit
Secara epistomologi, sederhana berarti tidak rumit, tidak ruwet, apa adanya, minimalis. 
Ukuran sederhana tidaknya seseorang tidaklah pasti. Seseorang yang menggunakan mobil Inova dalam kegiatan keseharian tetaplah bisa dikatakan sederhana bila dalam kerangka takarannya ia memang mampu untuk tidak diruwetkan oleh permasalahan-permasalah yang timbul akibat menyediakan fasilitas mobil setengah mewah itu.
Sebaliknya seseorang yang hanya memiliki sebuah mobil butut akan dikatakan tidak sederhana bila akibat keberadaan mobil itu akan membuat kerumitan bagi kondisi finansialnya : sulitnya mengisi tanki bensin, susahnya menganggarkan ganti ban, tidak adanya biaya untuk servis dan penggantian suku cadang.
Mobil setengah mewah tetaplah menyederhanakan tampilan seseorang dan mobil tua tidak bisa masuk dalam kategori itu, tergantung dari siapa yang memilikinya.
Seorang presiden akan sangat repot ketika harus berjalan di khalayak umum tanpa pengawalan dari paspampres. Ia akan kewalahan mendapati begitu banyaknya masyarakat kasta biasa yang ingin bersalaman, remaja-remaja yang meminta tanda tangannya, atau pedagang kecil yang ingin mengadukan nasibnya, mungkin juga lawan politik yang ingin menjungkalkannya di trotoar. Dalam kasus ini, sendirian berjalan di muka umum bagi seorang presiden menjadi barang yang menyulitkan, rumit dan meruwetkan dan karenanya termasuk dalam kategori tidak sederhana.
Saat Anda berangkat kerja ke kantor, pagi buta Anda sudah akan memanasi mesin mobil. Mengelap kaca dengan selembar kanebo, memastikan air radiator terisi, dan mengecek angin pada roda-roda. 
Pekerjaan itu belum kelar hingga Anda mengeluarkan mobil dari garasi, memarkir pada tempat strategis, kemudian menekan tuas gas dan kopling hingga meluncurlah mobil Anda ke kantor. Keruwetan akan meluas bila Anda berpikir berapa rupiah duit APBN yang Anda bakar di ruang karburasi hanya untuk mengantarkan tubuh Anda sendirian ke kantor. Semakin banyak Anda menggunakan mobil, semakin besar biaya subsidi APBN yang ditanggung negara untuk menyuplai hidup Anda.
Dalam konteks ini, bepergian menggunakan mobil hanya untuk mengangkut seorang penumpang ke kantor adalah perilaku yang tidak sederhana.
Sederhana : Sebuah Pilihan
Bagimana perilaku kita dalam keseharian bisa menjadi refleksi kemana kita merapat : sederhana atau sebaliknya.
Rumah yang kita huni menjadi cerminan seberapa kuat kita menginginkan sekedar kesan ketimbang substansinya. Rumah yang melahap hampir semua pekarangan, atap yang membubung tinggi ke langit, desain arsitek yang kita beli pada sebuah konsultan, tata lampu yang rumit akan menegaskan kepada para tetangga bahwa kita adalah orang kaya.
Demikian pula sebuah Keluarga kecil dengan dua anak namun memiliki belasan kamar yang pada akhirnya dibiarkan kosong, dua kamar dapur, dan beberapa lokasi kamar mandi di berbagai tempat tentulah mencerminkan kepribadian sang pemilik rumah sebagai orang yang berkecukupan.
Banyak dari kita yang pergi merantau ke luar negeri, dan wujud dari hasil kerja keras itu kita habiskan untuk membangun sebuah rumah yang sangat megah. Ini juga menjadi semacam kekeliruan manajemen keuangan, yakni kita akan berinvestasi besar untuk pencitraan, tanpa mempertimbangkan bahwa pada saatnya nanti ketika sudah uzur tenaga kita sudah tidak lagi laku di dunia kerja, produktivitas kita juga akan menurun, dan kita akan terbebani untuk merawat rumah semegah itu.
Perilaku kita di mall-mall yang kita sambangi tiap bulan juga terkadang lucu. Sudah matang rencana dari rumah untuk membeli ini dan itu, namun sesampainya di tempat perbelanjaan, maka daftar belanja akan bisa menjadi sangat panjang. Itu karena tiap kali kita melihat papan discount, seketika itu pula kita menjadi seperti butuh untuk membelinya.
Dalam banyak kejadian, kita membeli barang-barang yang sejatinya tidak kita butuhkan, melainkan hanya kita inginkan. Dan keinginan itu, sepertinya begitu mudah untuk distimulasi oleh sebuah tulisan besar : discount lima puluh persen.
Motor yang kita pakai, hape yang kita genggam sepanjang waktu, pakaian yang kita kenakan, mobil yang kita kendarai, atau sandal yang kita injak-injak tiap harinya, akan bisa mencerminkan kepribadian kita yang masuk dalam kategori sederhana atau tidak.
Bila motor kita definisikan sebagai sebatas sarana untuk transportasi, asal tidak rewel dan aman untuk dikendarai, maka motor yang kita miliki tidak akan begitu cepat bergonta-ganti merek atau model. Namun bila motor didefinisikan sebagai modus pencitraan, tentu ceritanya akan lain. Kita akan selalu berkeinginan untuk mengganti motor tiap kali produsen mengeluarkan varian terbarunya.
Sederhana atau tidak sederhana tidak lebih daripada sebuah pilihan. Bila kita sudah terlalu lama terjebak pada pola hidup yang tidak sederhana, maka kita akan berada pada posisi hidup yang rumit, yang kemudian orang menyebut kita sebagai pribadi yang boros. Namun bila kesederhanaan sudah menjadi bagian penting dari keseharian kita, tentu kita akan menjalani hidup dengan cara yang wajar, orang kemudian akan memasukkan kita sebagai pribadi yang bersahaja.
Agaknya, cukup penting juga untuk kita renungkan tiap saatnya seberapa dalam kita sudah terjerembab pada kehidupan yang hedonis, seberapa rakus kita telah menggerus kemampuan kita hanya untuk sekedar pencitraan, dan seberapa bijak kita telah membelanjakan uang yang kita peroleh tiap minggunya, tiap bulannya, atau tiap tahunnya.
Baik juga bila kita memahami sebuah pemikiran tentang testimoni kesederhanaan, yakni pemahaman yang menyederhanakan hidup seseorang untuk memfokuskan diripada hal-hal yang paling penting dan mengabaikan atau menghindari hal-hal yang kurang penting.